Penerjemahan

Inilah jalan terbaik yang saya pilih. Meskipun saya hanya seorang guru bahasa Inggris yang kebetulan saja secara otodidak belajar komputer dan internet, saya melihat kesempatan mengembangkan diri dengan membangun blog ini. Dengan blog ini juga saya membangun kembali hati saya setelah dibuat sakit hati oleh seorang kepala sekolah yang meskipun telah dibantu membangun website dengan usaha dan kerja keras yang tidak sederhana. Daripada terus meratapi nasib buruk mendapatkan seorang pimpinan yang buruk maka lebih baik saya terus saja melangkah untuk membuktikan jati diri sebagai seorang blogger.

Siapa orangnya yang harus berhenti melihat orang yang banyak mencari muka seperti dasamuka. Biarkan saja dia bertingkah seperti apa yang dia suka. Daripada harus memperhatikannya lebih baik bagi saya untuk terus saja berjalan dan menapaki jalan-jalan kehidupan lain yang penuh dengan ridho Allah. Daripada sakit hati saya akan terus saja melangkah. Translation Blog adalah yang akan saya kembangkan dengan semua kreativitas saya.

Ini bukan  ‘pelarian’ saya. Namun, hanya dengan blog ini saya membuktikan diri bahwa saya tidak bisa bersikap munafik dan berusaha menutup-nutupi borok dengan balutan bunga. Inilah ungkapan-ungkapan yang akan semakin jelas memberitakan kepada  semua.

Beberapa orang berkata-kata tentang apa yang tidak mereka suka. Meskipun demikian, mereka jelas tidak akan terbuka. Mereka justru mengkhawatirkan saya dan cara-cara saya. Sebagian memang merasa berjuang dalam diamnya. Tidak ada yang perlu diungkapkan dengan kata-kata. Mereka menyebutkan bahwa perjuangan mereka adalah yang termasuk nomor tiga saja. Bolehlah, terserah mereka saja.

Daripada memendam rasa tidak suka, saya memilih menampakkan saja. Ini menghindari kondisi-kondisi yang justru akan lebih parah.

Tidak usah ketakutan

11 Oktober 2009

Membuat blog ini juga merupakan ungkapan rasa agar tidak usah merasa ketakutan kalau harus menghadapi orangnya. Kalaupun kepala sekolah ingin membaca blog ini pun akan saya biarkan saja. Memang, posisinya atasan dan saya hanya seorang bawahan. Tetapi apabila orangnya tidak menghargai orang lain, dengan semua pikiran dan perasaaanya sebagai manusia, maka saya tidak akan pernah tinggal diam. Saya merasa malu melihat teman-teman lain yang justru merasa ketakutan, dan tidak mau duduk berdekatan dengan saya bila ada orangnya berada di sekitar kita. Dia merasa akan diawasi dan tidak merasa nyaman.

Daripada harus memendam perasaan mending saya tuliskan saja apa-apa yang pernah saya pikirkan, dan yang terpicu oleh tindakan kepala sekolah sebagai seorang atasan. Saya sudah merasakan pahit getirnya dilecehkan, baik sebagai pribadi maupun sebagai profesional.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: